Setiap tanggal 25 November, sekolah-sekolah di seluruh Indonesia memperingati Hari Guru Nasional sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian para guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Di SMK Muhammadiyah 9 Jakarta, perayaan Hari Guru tahun ini dikemas dalam sebuah upacara yang penuh makna, semangat, dan kebersamaan.
Upacara dilaksanakan di lapangan kampus 2 SMK Muhammadiyah 9 dengan dihadiri oleh seluruh siswa, guru, tenaga kependidikan, dan jajaran pimpinan sekolah serta Komite sekolah. Para siswa mengenakan seragam rapi, sementara guru tampil dengan busana batik sebagai simbol kebanggaan nasional. Suasana khidmat terasa sejak lagu Indonesia Raya dikumandangkan

Kepala sekolah sebagai pemimpin upacara menyampaikan pesan dari Mentri Pendidikan Dan Kebudayaan bahwa “Guru adalah agen pembelajaran dan peradaban. Guru mengemban tugas profetik mencerdaskan, membangun nalar kritis, hati yang jernih, dan akhlak mulia. Kehadiran guru sebagai agen peradaban semakin diperlukan di tengah kompleksitas permasalahan murid seperti masalah akademik, sosial, moral, spiritual, ketergantungan gawai, judi online, kesulitan ekonomi, keharmonisan keluarga, dan sebagainya.” Kehadiran guru kian diperlukan oleh murid di dalam dan di luar kelas sebagai figur inspiratif, teladan, digugu dan ditiru, orang tua, mentor, motivator, dan sahabat dalam suka dan duka

Kepada para murid, saya mengingatkan lima nasihat Presiden Prabowo Subianto. (1) Belajarlah yang Baik!; (2) Cintai Ayah dan Ibu!; (3) Hormati Guru!; (4) Rukun Sama Teman!; (5) Cintai Tanah Air dan Bangsa!. Muliakanlah dirimu dengan memuliakan gurumu. Ridha dan doa gurumu menentukan masa depanmu. Terima kasih Bapak dan ibu guru atas semua dharma bhakti yang tak ternilai dengan materi. Teruslah mengabdi untuk negeri. Di tanganmu kualitas sumber daya manusia, masa depan bangsa dan negara

![]()





