SMKS MUH 9

SEMARAK HUT RI Ke-80

CIPULIR – Semangat kemerdekaan telah menyatukan seluruh keluarga besar pendidikan Muhammadiyah Cipulir dalam sebuah gelaran agung untuk memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-80. Pada hari yang bersejarah ini, seluruh siswa-siswi mulai dari jenjang SD M 28, SMP M 35, hingga SMA M 18 & SMK M 9, beserta segenap Guru dan Karyawan Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (DIKDASMEN PNF) PCM Kebayoran Lama, hadir memadati lapangan upacara dengan khidmat dan penuh kebanggaan.

Suasana pagi itu begitu syahdu dan membanggakan. Barisan siswa dengan seragam merah putih yang rapi, berdampingan dengan guru dan karyawan yang mengenakan pakaian korps, menjadi simbol harmoni dalam menuntut ilmu dan mengabdi. Detik-detik pengibaran bendera Sang Saka Merah Putih menjadi momen yang paling dinantikan, diiringi alunan lagu Indonesia Raya yang dikumandangkan dengan penuh keyakinan oleh seluruh peserta upacara.

Selaku pembina upacara adalah Ketua Majelis Dikdasmen PCM Kebayoran Lama Bpk. Dr. H. Tadjudin Nur,MM. Dalam sambutannya belaiu mengingatkan bahwa tokoh dan kader Muhammadiyah ikut berperan penting dalam meraih kemerdekaan serta mempertahankan kemerdekaan Negara Republik Indonesia, diantaranya KH Ahmad Dahlan, Ir. Soekarno, Jendral Soedirman, Ki Bagus Hadikoesoemo, KH Mas Mansoer, dll.

Usai upacara, suasana khidmat berubah menjadi gelora semangat dan keceriaan. Berbagai lomba digelar untuk memupuk rasa kebersamaan, sportivitas, dan kegembiraan. Lapangan sekolah berubah menjadi arena kompetisi yang penuh tawa dan sorak-sorai.

Setiap teriakan semangat, setiap langkah perjuangan di arena lomba, adalah cerminan kecil dari perjuangan para pahlawan dahulu. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai seperti pantang menyerah, kerja sama tim, dan menjunjung tinggi sportivitas secara tidak langsung tertanam dalam diri setiap peserta.

Baca juga  Terima Kasih Guru Ku

Muhammadiyah Cipulir: Membentuk Generasi Unggul untuk Indonesia Maju

Perayaan HUT RI ke-80 ini bukan sekadar acara seremonial belaka. Lebih dari itu, ini adalah sebuah medium pendidikan karakter yang nyata. Melalui momen upacara, nilai-nilai cinta tanah air, disiplin, dan penghormatan pada jasa pahlawan ditanamkan. Melalui berbagai lomba, nilai kebersamaan, sportivitas, dan semangat juang diasah.

Loading